(15/2/2020) Dari hasil pengamatan Tim Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dapat disimpulkan jika pada hari Kamis (13/2) dan Jumat (14/2) tidak muncul lonjakan penumpang di Terminal Baranangsiang, Bogor yang semula  dikhawatirkan akan terjadi akibat alih moda penumpang KRL ke bus sebagai dampak rekayasa pola operasi KRL Jabodetabek.

"Kami telah menugaskan tim baik dari Direktorat Angkutan BPTJ maupun dari Terminal Baranangsiang untuk melakukan pengamatan dan situasi terpantau normal," jelas Kepala BPTJ Polana B. Pramesti. Menurut Polana hal ini disebabkan karena hambatan perjalanan KRL hanya terjadi  di Stasiun Manggarai,  sehingga penumpang pada umumnya masih tetap menggunakan layanan KRL, kemudian transit di Stasiun Manggarai untuk mencapai titik tujuan akhir, menggunakan feeder Transjakarta.

Lebih lanjut Polana mengatakan bahwa BPTJ telah berkoordinasi dengan Transjakarta untuk lebih memfokuskan layanan ke beberapa titik tujuan akhir dari dan ke Stasiun Manggarai sebagai bentuk antisipasi dampak kegiatan rekayasa pola operasi KRL ini dengan mengoptimalkan 8 rute yang melintas dari dan ke Stasiun Manggarai. Transjakarta juga akan menambah armada pada rute tersebut jika dalam 10 hari ke depan diperlukan penambahan dengan melihat hasil pengamatan di Stasiun Manggarai dari hari ke hari.

“Tidak hanya itu, guna mengantisipasi lonjakan pelanggan yang ada di Halte Stasiun Manggarai, PT Transjakarta juga mengoperasikan satu tambahan rute khusus non BRT Hybrid sebagai bentuk integrasi dan pelayanan terpadu dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di Stasiun Manggarai,”tambah Polana. 

Bus tersebut beroperasi pada pagi hari mulai pukul 06.00 s.d 09.00 WIB dan juga sore hari dari pukul 17.00 s.d. 20.00 WIB. Layanan khusus Stasiun Manggarai-Tosari yang memiliki rute langsung (direct) menuju pusat kota, halte Transjakarta Tosari di koridor 1 ini merupakan pelengkap layanan yang sudah ada. "Jadi Pemerintah bersama operator terus berusaha agar sampai dengan rekayasa pola operasi KRL selesai pada 23 Februari 2020 nanti para penumpang tetap dapat terfasilitasi," tutup Polana.