(25/10/2019) Setelah melalui berbagai tahapan proses mulai dari observasi, kajian dan perumusan, koordinasi serta simulasi uji coba yang melibatkan berbagai instansi baik pemerintah, swasta dan bahkan komponen masyarakat, uji coba Sistem 2-1 di Jalur Puncak Kabupaten Bogor siap dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober dan 3 November 2019. Sistem 2-1 merupakan kebijakan rekayasa lalu-lintas yang dirumuskan guna mencari alternatif (jangka pendek) penataan lalu-lintas di Jalur Puncak Kabupaten Bogor dengan memberi ruang aksesibilitas dua arah di Jalur Puncak pada akhir pekan/musim liburan. Diharapkan dengan sistem 2-1 ini akan memberikan keleluasaan aktifitas dan mobilitas masyarakat setempat yang selama ini terhambat karena sistem rekayasa buka-tutup (one way system).

Pada saat pemberlakuan uji coba, lalu-lintas di Jalur Puncak mulai Simpang Gadog hingga Taman Safari Indonesia akan dibagi menjadi 3 lajur. Pada pagi hari mulai pukul 03.00 WIB – 13.00 WIB akan diberlakukan 2 lajur dari sebelah kiri untuk lalu-lintas naik dari simpang gadog menuju Taman Safari, sementara itu 1 lajur paling kanan akan diberlakukan untuk lalu-lintas turun dari Taman Safari menuju Simpang Gadog. Kemudian pada siang pukul 14.00 WIB hingga malam pukul 20.00 WIB berlaku sebaliknya yaitu dari Taman Safari menuju Gadog (turun) diberikan akses 2 lajur dari sebelah kiri sedangkan  1 lajur paling kanan untuk akses lalu-lintas naik dari Simpang Gadog menuju Taman Safari.

Dari rapat koodinasi terakhir pada Rabu, (23/10), telah disimpulkan bahwa uji coba sistem 2-1 ini akan melibatkan sekitar 179 petugas gabungan dari BPTJ, Subdenpom III/1-3 Kabupaten Bogor, Dishub Kabupaten Bogor, Satpol PP Kabupaten Bogor, dan Tim Pramuka. Selain itu, terdapat pula petugas dari Satlantas Polres Bogor dan Petugas Keamanan Jalan Raya (PKJR) yang berasal dari masyarakat kawasan Puncak. Petugas gabungan tersebut nantinya akan ditempatkan setiap 200 meter sepanjang Jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog hingga menuju Taman Safari Indonesia. Pada beberapa titik yang dianggap rawan kemacetan akan dilakukan penebalan jumlah petugas.

Sementara dari segi prasarana, telah dipersiapkan sebanyak 1000 (seribu) traffic cone yang akan digunakan untuk memisahkan Jalur Puncak menjadi tiga lajur.  Selain itu, dipersiapkan pula traffic light portable yang rencananya akan ditempatkan di Simpang  Megamendung. Mengingat, intensitas volume pergerakan kendaraan pada lokasi tersebut tergolong tinggi.     

Rapat koordinasi final yang dilaksanakan di Kantor BPTJ ini diikuti oleh Pemda Kabupaten Bogor meliputi  Diskominfo, Dishub, Bappedalitbang, Satpol PP, dan Camat Cisarua, kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres Bogor dan Satlantas Polres Cianjur, serta Subdenpom III Kabupaten Bogor. Hadir pula perwakilan dari PT. Jasa Marga, PT. Jasa Raharja, dan Pramuka.

Rapat finalisasi uji coba Sistem 2-1 juga menyampaikan hasil evaluasi simulasi pra uji coba yang telah dilaksanakan oleh BPTJ dan Satlantas Polres Bogor pada Minggu (20/10). Dari kegiatan simulasi pra uji coba tersebut, menunjukkan jika Sistem 2-1 tidak dapat  berjalan maksimal tanpa adanya partisipasi dari masyarakat. Tidak hanya masyarakat yang tinggal di kawasan Puncak, namun juga masyarakat yang akan berlibur atau melintas Jalur Puncak.

Untuk itu diharapkan pada pelaksanaan uji coba nanti masyarakat dapat tetap tertib dengan tidak keluar dari lajur yang telah ditetapkan, tidak menyenggol atau keluar dari jalur yang telah dipisahkan oleh traffic cone. Selain itu bagi pengendara sepeda motor diharapkan pula untuk tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi serta berpindah-pindah jalur. Sementara bagi masyarakat yang beraktifitas di sepanjang jalan kawasan Puncak diharapkan untuk turut tertib guna meminimalisir adanya hambatan samping.

 

Save Puncak

Uji coba sistem 2-1 ini tidak lantas mengurangi kemacetan lalu-lintas di Jalur Puncak mengingat fokus utamanya adalah mencari alternatif selain sistem buka tutup yang berlaku saat ini melalui penataan lalu-lintas di Jalur Puncak Kabupaten Bogor dengan memberi ruang aksesibilitas dua arah di Jalur Puncak pada akhir pekan/musim liburan. Setelah uji coba selesai, akan dilakukan evaluasi menyeluruh menyangkut keberlanjutan sistem 2-1.

Selain sistem 2-1 upaya-upaya penataan transportasi di Kawasan Puncak melalui Program Save Puncak masih terus berlangsung baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka Panjang. Upaya yang termasuk dalam kerangka jangka pendek diantaranya adalah penyediaan program wisata ke puncak dengan angkutan umum massal point to point dari Jakarta ke berbagai tempat wisata di Puncak, penyediaan shuttle service dan Park & Ride menuju Jalur Puncak, sosialisasi jalur alternatif (menjelang exit Cibubur), percepatan pelaksanaan pelebaran jalan dari Gadog – Puncak, dan percepatan pembangunan rest area di Gunung Mas.

Untuk jalur alternatif menuju Cianjur/Bandung, rute yang dapat dilalui yakni Exit Tol Cibubur – Jl. Transyogi -  Cileungsi – Jonggol hingga Cianjur. Jalur alternatif yang terbentang memang lebih panjang dan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan jika melintasi kawasan Puncak. Untuk itu masyarakat yang hendak memilih melalui jalur alternatif diharapkan dapat lebih siap dalam melakukan perjalanan.

Sedangkan untuk program wisata dengan angkutan umum massal poin to point telah diluncurkan pada tanggal 28 September 2019 dengan operator Big Bird. Layanan wisata yang ditawarkan adalah paket perjalanan dari Pasaraya Blok M menuju Taman Safari Indonesia. Dengan tarif 400 ribu rupiah, paket tersebut sudah termasuk tiket PP, tiket masuk wisata Taman Safari Indonesia, dan makanan ringan.

Adapun program kerangka jangka menengah adalah penyediaan jalur alternatif melalui Sentul dan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Sementara dalam kerangka jangka panjang mengacu pada Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) tentang kebijakan pengembangan Sistem Transportasi Perkotaan Berbasis Rel, salah satu strateginya melalui pembangunan Jalur Kereta Ringan ke kawasan pariwisata Puncak.