(Jakarta, 3-12-2019) Uji coba sistem 2-1 di jalur puncak untuk kedua kalinya akan dilakukan pada Sabtu, 7 Desember 2019. Keputusan untuk melakukan uji coba kedua ini telah melalui proses pembahasan oleh para stakeholder terkait pada rapat yang dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2019 di Kantor Bupati Bogor dan rapat terakhir pada Senin, 2 Desember 2019 di Kantor Polres Bogor. Uji coba sistem 2-1 di jalur puncak pertama kali dilakukan pada Minggu, 27 Oktober 2019 lalu.

Sistem rekayasa lalu lintas 2-1 yang diujicobakan ini tidak akan otomatis mengurangi kemacetan di Jalur Puncak. Hal ini mengingat tujuan dari uji coba sistem 2-1 adalah mencari alternatif (jangka pendek) penataan lalu-lintas di Jalur Puncak guna memberi ruang aksesibilitas dua arah bagi masyarakat setempat setiap akhir pekan/musim liburan. Munculnya gagasan uji coba sistem 2-1 sendiri merupakan bentuk keputusan yang mengakomodasi usulan dan kepentingan masyarakat di sekitar Puncak yang sudah cukup lama terganggu mobilitasnya karena penerapan sistem buka tutup.

Berbeda dengan uji coba tahap pertama, uji coba kedua akan diawali dengan sistem satu arah (one way) dari Simpag Gadog menuju arah Puncak mulai pukul 07.00 s.d 12.00 WIB. Selanjutnya akan diberlakukan sistem rekayasa lalu lintas 2-1 pada pukul 12.00 s.d. 16.00 WIB. Dua lajur diperuntukkan bagi kendaraan yang akan turun dari Taman Safari Indonesia menuju Simpang Gadog dan satu lajur akan diperuntukkan bagi kendaraan yang naik dari Simpang Gadog menuju Taman Safari Indonesia. Selanjutnya, mulai pukul 16.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah. Meski jam operasional sistem 2-1 telah ditetapkan, namun jika kondisi di lapangan memerlukan tindakan insidental maka dapat diberlakukan diskresi kepolisian.

Perbedaan lain pada uji coba Sistem 2-1 tahap kedua ialah penempatan traffic cone sebagai pemisah lajur. Jika pada uji coba tahap pertama pemisahan tiga lajur dilakukan dengan menempatkan dua baris traffic cone, maka pada uji coba tahap kedua pemisahan lajur hanya dilakukan dengan menempatkan satu baris traffic cone. Hal ini dilakukan untuk dapat lebih memaksimalkan kapasitas jalan. 

Bagian Kebijakan Save Puncak

Uji coba sistem 2-1 ini juga merupakan bagian dari usulan jangka pendek penanganan transportasi jalur Puncak sebagai bagian dari program “Save Puncak.”  Upaya lain yang termasuk dalam kerangka jangka pendek diantaranya adalah penyediaan program wisata ke puncak dengan angkutan umum massal point to point dari Jakarta menuju Puncak, penyediaan shuttle service dan Park & Ride menuju Jalur Puncak, sosialisasi jalur alternatif (menjelang exit Cibubur), percepatan pelaksanaan pelebaran jalan dari Gadog – Puncak, serta percepatan pembangunan rest area di Gunung Mas.

Program wisata dengan angkutan umum massal poin to point telah diluncurkan pada tanggal 28 September 2019 dengan operator Big Bird. Layanan wisata yang ditawarkan adalah paket perjalanan dari Pasaraya Blok M menuju Taman Safari Indonesia. Dengan tarif 400 ribu rupiah, paket tersebut sudah termasuk tiket PP, tiket masuk wisata Taman Safari Indonesia, dan makanan ringan.

Sementara itu secara keseluruhan program pembenahan kemacetan di puncak terbagi juga dalam tahapan kerangka jangka menengah dan panjang. Program kerangka jangka menengah adalah penyediaan jalur alternatif melalui Sentul (Poros Tengah Timur) dan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Sementara itu dalam kerangka jangka panjang akan diusulkan pengembangan alternatif transportasi massal berbasis rel dari Kota Bogor menuju Kawasan Puncak.