(03/8/2020) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kembali meluncurkan uji coba operasi layanan angkutan umum massal komuter berbasis bus Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion ) di Kota Bogor. Kegiatan peluncuran uji coba dilakukan pada Senin, 3 Agustus 2020, bertempat di Grand Central Bogor yang berada tepat di samping Stasiun Bogor. Untuk rute yang dilayani meliputi Grand Central Bogor – Stasiun Juanda, Jakarta; Grand Central Bogor – Stasiun Manggarai, Jakarta; dan Grand Central Bogor– Stasiun Tebet, Jakarta. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Walikota Bogor Bima Arya, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa.

Pada tahap uji coba ini, selaku operator Perum PPD menyiapkan sebanyak 9 (Sembilan) unit bus dengan jam operasional mulai pukul 05.15 WIB dengan tujuan Stasiun Juanda. Layanan bus tujuan Stasiun Juanda selanjutnya akan beroperasi pada pukul 05.45 WIB dan 07.30 WIB. Untuk tujuan Stasiun Manggarai, bus beroperasi pada pukul 05.20 WIB, 05.50 WIB, dan 07.40 WIB.  Sementara untuk tujuan Stasiun Tebet, bus berangkat pada pukul 05.30 WIB, 06.00 WIB, dan 07.45 WIB. Untuk layanan balik, bus berangkat dari Stasiun Tebet, Stasiun Juanda, dan Stasiun Manggarai pada pukul 16.30 WIB, 17.00 WIB dan 19.30 WIB. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini mulai Selasa, 4 Agustus 2020 dengan tarif promo sebesar 15.000,-

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti menyampaikan dalam sambutannya bahwa layanan JR Connexion ini diharapkan dapat menjadi alternatif angkutan umum bagi masyarakat Bogor yang selama ini hanya mengandalkan KRL. “Kita ketahui bersama selama pandemi Covid-19 kapasitas penumpang KRL harus dibatasi. Selama ini angkutan alternatif bus gratis yang disediakan pemerintah hanya tersedia pada Senin pagi. Untuk itu dengan beroperasinya layanan JR Connexion mulai dari Senin sampai dengan Jumat ini diharapkan bisa menjadi opsi agar masyarakat tetap mau memanfaatkan layanan angkutan umum massal,” ujar Polana.

Lebih lanjut Polana mengatakan bahwa layanan JR Connexion diharapkan dapat membuat masyarakat kembali berpindah dari angkutan pribadi ke angkutan massal. “Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam membuat masyarakat mau beralih kembali ke angkutan umum massal. Dengan beroperasinya layanan JR Connexion yang menerapkan protokol kesehatan diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum massal,” ujar Polana. 

Senada dengan hal tersebut, walikota Bogor Bima Arya mengungkapkan bahwa beroperasinya layanan JR Connexion diharapkan dapat menjadi opsi altenatif bagi masyarakat yang selama ini bergantung dengan KRL. Walikota Bogor juga menambahkan bahwa dibutuhkan sinergitas bersama antar seluruh stakeholher untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi di Jabodetabek. “Dengan kondisi geografis Kota Bogor dan laju pertumbuhan yang tidak bisa ditahan, Kota Bogor tidak bisa berdiri sendiri dalam membangun sistem transportasi. Dibutuhkan kebijakan parsial bersama-sama antar seluruh stakeholder demi menciptakan  sistem transportasi di Kota Bogor yang lebih terintegrasi dengan Jabodetabek,” tutup Bima.*