(24/03/2021) Peluncuran uji coba operasional layanan Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion) untuk yang pertama kalinya di Kota Depok berlangsung pada Rabu, 24 Maret 2021 di Terminal Terpadu Depok. Secara resmi layanan uji coba akan mulai beroperasi pada Senin, 29 Maret 2021 dengan dua trayek meliputi Terminal Sub Sawangan – Juanda dan Garden at Candi Sawangan – MRT Lebak Bulus. Hadir pada acara peluncuran tersebut antara lain Walikota Depok Mohammad Idris, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti dan Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa.

Secara keseluruhan akan tersedia enam unit bus JR Connexion yang akan beroperasi dari Kota Depok dengan titik keberangkatan Terminal Sub Sawangan dan Garden at Sandi Sawangan dengan jadwal pukul 05.30 WIB, 06.00 WIB, dan 06.30 WIB. Sementara untuk layanan sore hari bus beroperasi dari Juanda maupun Stasiun MRT Lebak Bulus mulai pukul 16.30 WIB, 17.30, dan 20.00 WIB. Masyarakat Depok dan sekitarnya dapat memanfaatkan bus JR Connexion trayek Terminal Sub Sawangan – Juanda dengan tarif promo sebesar Rp. 25.000,- dan Rp. 20.000,- untuk trayek Gardens at Candi Sawangan – MRT Lebak Bulus.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menyampaikan bahwa di tengah pandemi Covid-19 protokol kesehatan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi baik oleh operator maupun penumpang pada layanan transportasi umum perkotaan. “Oleh karena itu implementasi protokol Kesehatan menjadi hal yang mutlak dipenuhi demi keselamatan bersama,” ujar Polana. Lebih lanjut Polana juga menekankan bahwa transportasi umum massal tidak boleh menjadi ajang terjadinya penyebaran Covid-19.

“Apabila mengacu pada Rencana Induk Transportasi Jabodetabek, kita memiliki indikator kinerja utama yang harus terpenuhi pada tahun 2029 nanti, salah satunya adalah pemanfaatan angkutan umum massal yang mencapai moda share sebanyak 60%,” ujar Polana. Mengacu pada hal tersebut, Polana mengatakan bahwa untuk dapat mencapai indikator tersebut, kepercayaan publik menjadi tantangan saat ini untuk menjaga minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan angkutan umum massal. “Untuk layanan JR Connexion yang baru diluncurkan ini, wilayah Kota Depok merupakan demand yang besar layanan angkutan umum massal,” ujar Polana.

Hadirnya layanan uji coba operasional di Kota Depok ini kian memperluas layanan JR Connexion yang berada di wilayah Jabodetabek. Terbaru, JR Connexion setidaknya telah melayani 45 rute dengan 9 (sembilan) operator. Untuk permukiman di wilayah Jabodetabek yang telah dilayani JR Connexion diantaranya Kabupaten Bogor sebanyak 14 rute, Kota Bekasi sebanyak 16 rute, Kabupaten Bekasi sebanyak 1 (satu) rute, Kabupaten Tangerang 12 rute, Kota Tangerang Selatan sebanyak 1 (satu)  rute, dan 1 (satu) rute Kota Tangerang. Sementara untuk operator meliputi Perum PPD, PT. Eka Sari Lorena Transport Tbk, PT. Sejahtera Cemerlang Trans, PT. Sinarjaya Megah Langgeng, PT. Wifend Darmapersada, PT. Royal Wisata Nusantara, PT. Transportasi Jakarta, PT. Alfa Omega Sehati Mitra dan PT. Nusa Abadi Manunggal.

Sementara itu Walikota Depok, Muhammad Idris mengatakan layanan JR Connexion diharapkan dapat meningkatkan layanan transportasi yang ada di Kota Depok. “Terdapat 60 persen warga Kota Depok merupakan komuter yang setiap hari pulang pergi bekerja di Jakarta, sehingga layanan transportasi publik sangat dibutuhkan untuk warga Depok,” ujar Idris. Meskipun saat ini sudah terjadi banyak peningkatan, namun Idris menyampaikan bahwa pemerintah terus berproses untuk meningkatkan kemajuan pada layanan transportasi publik.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Depok meresmikan layanan Bus Rapid Transpit (BRT) Kota Depok koridor I dengan rute Terminal Margonda - Terminal Jatijajar. Bus yang beroperasi setiap hari ini dapat dimanfaatkan dengan tarif sebesar Rp. 7000,-