(22/4/2019) Pemerintah bekerjasama dengan para operator terus berupaya meningkatkan ketersediaan layanan angkutan massal berbasis bus guna mendorong masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum massal. Bertempat di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Senin (22/4/2019) pkl 07.00 WIB Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono meresmikan pengoperasian layanan Jabodetabek Airport Connexion (JA Connexion) dengan rute Tajur (Bogor)  – Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Acara tersebut dihadiri pula oleh Presiden Direktur Lorena, GT Soerbakti; Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Suprihanto; serta Perwakilan dari Puskopam Halim Perdanakusuma, Letnan Kolonel Tedi Syahputra.

Layanan angkutan umum massal dari dan menuju bandara, JA Connexion dengan operator PT. Eka Sari Lorena Transport ini memiliki rute Tajur atau tepatnya Depo Lorena Jl. Raya Tajur (Bogor) menuju Bandar Udara Halim Perdanakusuma (PP). Masyarakat Tajur dan sekitarnya dapat memanfaatkan layanan 4 (empat) armada Bus Premium Jumbo dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 11 kursi (mikro seat) dan kapasitas 16 kursi (jumbo seat) dari dan menuju Bandar udara Halim Perdanakusuma. Layanan dengan tarif Rp. 50.000,- sekali jalan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 04.30 WIB hingga 19.30 WIB dengan selang waktu jadwal keberangkatan setiap satu jam.

Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), cakupan layanan angkutan umum di perkotaan pada tahun 2029 nanti harus mencapai 80% dari panjang jalan dan pergerakan orang dengan angkutan umum harus mencapai 60 %. “Kita akan terus lanjutkan penyediaan angkutan umum massal di Jabodetabek, supaya masyarakat dapat terlayani dan target yang telah ditetapkan dalam RITJ dapat terpenuhi, salah satunya melalui pengoperasian Layanan JA Connexion dengan rute Tajur – Bandara Halim ini,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut Bambang juga menyampaikan bahwa upaya penyediaan layanan angkutan umum massal secara point-to-point akan terus dilakukan supaya masyarakat dapat dengan mudah dalam mendapatkan layanan angkutan umum massal. “Salah satu bentuk kenyamanan yang kita tawarkan supaya mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi adalah dengan mendekatkan layanannya  kepada masyarakat”, ungkap Bambang. Oleh karenanya kata Bambang BPTJ secara bertahap akan mengupayakan pengintegrasian layanan JA Connexion dengan angkutan umum pengumpan baik first mile (kondisi awal menuju angkutan umum terdekat) maupun last mile (kondisi akhir mencapai tujuan perjalanan).

Menanggapi hal tersebut, Manajer Lorena, Dwi Rianta Soebakti menyampaikan bahwa, layanan angkutan baik dari maupun menuju bandara ini potensial dikembangkan. Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan pelayanan akan terus dilakukan, bahkan untuk memudahkan pengguna jasanya, pembayaran layanan JA Connexion nantinya akan dilakukan secara elektronik diantaranya bekerjasama dengan Traveloka. “Untuk layanan first mile dan last mile kita bekerjasama dengan Grab sebagai salah satu upaya kita memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat,” tutup Dwi Ratna.