Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono meresmikan layanan angkutan umum massal perkotaan Jabodetabek Premium dari dan menuju bandar udara, JA Connexion ( Jabodetabek Airport Connexion), dengan trayek, Perumahan Vida, Bantargebang Bekasi – Bandar Udara Soekarno Hatta. Selaku operator, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng menyiapkan 5 (Lima) armada bus untuk masyarakat yang akan memanfaatkan layanan tersebut.  Jam operasional JA Connexion dari Perumahan Vida Bekasi menuju Bandara Soekarno-Hatta dimulai pada pukul 03.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Adapun layanan dari Bandara Soekarno – Hatta, dimulai pukul 06.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Untuk tiket, pihak operator menetapkan harga sebesar Rp. 45.000,-.

Bus JA Connexion beroperasi melalui  rute Perumahan Vida – Jl. Raya Narogong – Jl. Raya Cipendawa Baru – Jl. Raya Jati Asih – Tol Dalam Kota dan Bandar Udara Soekarno Hatta. “Tahun ini kita akan hadirkan lagi layanan angkutan umum massal perkotaan dengan jumlah yang sama seperti tahun lalu yakni sebanyak 1000 unit bus”, buka Bambang saat memberikan sambutan flag off layanan JA Connexion Perumahan Vida Bekasi – Bandar Udara Soekarno – Hatta. “Kita akan terus merayu masyarakat supaya mau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum massal”, tambah Bambang.

Menurut Bambang, penyediaan fasilitas layanan angkutan umum massal kepada masyarakat melalui perumahan merupakan cara untuk dapat mendekatkan layanan kepada masyarakat. “Saat ini kita harus bersaing dengan kendaraan pribadi, oleh karena itu layanan yang kita berikan juga harus menawarkan kemudahan, salah satunya dengan mendekatkan akses untuk mendapatkannya melalui kawasan perumahan seperti ini”, jelas Bambang.

Bambang juga berpendapat mengenai pentingnya memberikan pemahaman kepada para pengembang untuk menyediakan fasilitas layanan angkutan umum massal pada produk-produk perumahan yang mereka tawarkan kepada masyarakat. “kita tidak hanya mengajak masyarakat untuk mau berpindah menggunakan angkutan umum massal, tapi kita juga berupaya untuk mengajak para pengembang supaya produk-produk perumahan yang ditawarkan sudah mencakup ketersediaan layanan angkutan umum massal,” kata Bambang.

Upaya penyediaan layanan angkutan umum massal ini sejalan amanah yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2018 Tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Mengacu pada RITJ, salah satu Key Performance Indicator yang harus terpenuhi pada tahun 2029 nanti, pergerakan orang menggunakan angkutan umum massal harus mencapai 60% dari total pergerakan orang di Jabodetabek.