(21/06/2021) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terus mengupayakan langkah untuk dapat meningkatkan kualitas layanan Terminal Tipe A yang berada di bawah pengelolaannya. Salah satunya adalah Terminal Jatijajar, Depok, yang saat ini sedang dilakukan pembangunan fasilitas emplacement dan bangunan yang nantinya diperuntukkan sebagai area tunggu untuk angkutan perkotaan. 

Pelaksana Tugas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BPTJ, Budi Rahardjo menyampaikan bahwa  kegiatan pembangunan fasilitas penunjang yang terdapat di Terminal Jatijajar dilakukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas layanan Terminal Jatijajar. “Saat ini kita memang berharap agar masyarakat dapat bijak bermobilitas, mengingat kita tengah berada dalam  masa pandemi covid-19,” ujar Budi. Namun demikian Budi menyampaikan bahwa pihaknya dalam hal ini Pemerintah tetap berupaya untuk dapat senantiasa menjaga kepercayaan serta minat masyarakat terhadap layanan transportasi publik. “Upaya yang kita lakukan salah satunya melalui penyiapan fasilitas seperti yang saat ini sedang berlangsung di Terminal Jatijajar,” tutur Budi.

Lebih lanjut Budi juga menegaskan dalam pelaksanaan pengerjaan emplacement dan area tunggu angkutan perkotaan tidak mengganggu jalanannya layanan kepada para penumpang. “Untuk sementara waktu, guna menjaga  keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jasa terminal, kawasan yang menjadi area pekerjaan telah dilakukan pemagaran secara tertutup,” terang Budi. Upaya ini menurut Budi juga dilakukan untuk dapat menjaga serta meningkatkan keselamatan dan keamanan para pekerja konstruksi.

Implementasikan Protokol Kesehatan

Sejalan dengan upaya peningkatan fasilitas pelayanan terminal, untuk menekan angka penyebaran Covid 19,  pelaksanaan proses pembangunan juga tetap melaksanakan protokol kesehatan yang juga merupakan bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). "Mengingat pembangunan terminal di Jatijajar ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid 19, pihak pelaksana pekerjaan juga diwajibkan untuk menegakkan prokes secara tertib,” ujar Budi. Pada kondisi tertentu Budi menyampaikan bahwa pelaksana pekerjaan juga harus melaksanakan swab antigen secara berkala kepada para tenaga konstruksi.

“Selain itu, untuk selalu menjaga kedisiplinan protokol kesehatan secara rutin,  Pelaksana Pekerjaan juga kita wajibkan untuk dapat memberikan briefing harian secara singkat kepada petugas konstruksi untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak,” kata Budi. Selain itu, hal-hal dasar seperti penyediaan tempat cuci tangan dan thermo gun untuk melakukan pengecekan suhu badan menurut Budi juga tidak boleh dilewatkan oleh pelaksana pekerjaan.   "Apabila dipandang perlu kami akan berkoordonasi dan melibatkan satgas Covid setempat, sebagai bentuk kesungguhan perhatian kami terhadap pencegahan penyebaran Covid-19," tutup Budi.