Kepala BPTJ Tegur Kontraktor LRT Perbaiki Metode Kerja

JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga melayangkan teguran kepada kontraktor LRT, karena cara kerja kontraktor LRT tersebut yang tidak profesional bahkan membahayakan bagi lalu lintas lain di jalan tersebut.

Teguran disampaikan Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga kemarin, Kamis (6/4), kepada Kontraktor LRT PT Adhi Karya, setelah Kepala BPTJ bersama timnya menemukan beberapa penyimpangan kerja di lapangan, yang dilakukan pihak kontraktor.

Ada pekerjaan penggalian yang material galiannya berceceran di badan jalan yang membahayakan kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Pejalan kaki harus berjalan dengan sangat hati-hati akibat adanya paku, kabel, dan besi-besi runcing yang bertebaran serta batu-batu kali yang tidak stabil untuk diinjak oleh pejalan kaki.

BPTJ juga menemukan adanya penutupan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang mengakibatkan banyak pejalan kaki menjadi sulit menyeberang jalan. Pihak LRT tidak menyediakan fasilitas pejalan kaki pengganti akibat penggunaan trotoar sebagai area kerja sehingga menyulitkan pejalan kaki untuk melintas.

“Pekerjaan galian ditinggalkan secara berantakan, jorok dan membahayakan keselamatan. Sudah lebih dari satu bulan terakhir hal itu terjadi.  Jika hujan, kondisi jadi lebih parah lagi. Bisa saja ada orang yang terjerembab ke lubang gorong-gorong atau terpeleset karena material galian yang berantakan,” kata Elly.

Pembangunan LRT DKI di jalan MT Haryono saat ini membuat lalu lintas semakin semrawut. Pihak LRT tidak menyediakan jalur pejalan kaki pengganti akibat penggunaan trotoar sebagai area kerja sehingga menyulitkan pejalan kaki untuk melintas.

Kondisi ini akan semakin parah beberapa bulan mendatang saat pembangunan flyover nanti. Oleh karena itu BPTJ mulai sekarang memperingatkan para kontraktor untuk lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan di sekitar proyek pembangunan.

Berdasarkan tinjauan lapangan pada Kamis (6/4/2017), Kepala BPTJ telah menyampaikan teguran kepada pihak direksi kontraktor PT. Adhi Karya untuk segera mengatasi masalah tersebut dan segera memperbaiki metode kerjanya. Teguran ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak kontraktor pelaksana pekerjaan. Sore itu juga mereka langsung merapihkan besi-besi tajam yang membahayakan. Pihak Adhi Karya hari ini (Jumat, 7/4), juga akan merapihkan gundukan tanah dan membuat akses jalan bagi pejalan kaki dengan memasang tapak pengaman atau papan di atas batu tajam yang tidak stabil, serta menata pembatas antara pejalan kaki dengan kendaraan bermotor.

“Mohon masyarakat memberikan informasi dan masukan jika ditemukan hal-hal yang mengganggu seperti di atas pada area-area kerja se-Jabodetabek. Laporan ini penting agar bisa diambil tindakan perbaikan metode kerja oleh pihak kontraktor manapun,” kata Elly Sinaga saat melihat kondisi pembangunan LRT di Jalan MT. Haryono.

Untuk pengaduan, masyarakat bisa menghubungi call center 151, email ke bptj@depbub.go.id, atau melalui akun media sosial fb BPTJ 151, Twitter @bptj151 dan Instagram @bptjkemenhub. Elly akan sangat berterima kasih bila masyarakat juga peduli.

Menurut Elly pola kerja kontraktor tersebut seperti di lokasi depan Jl. MT.Haryono, Kav 46-47, ujung jembatan penyebrangan busway depan halte Tebet BUMD sungguh ceroboh, tidak terencana baik, dan lalai terhadap keselamatan. Kontraktor BUMN besar yang mendapat amanat untuk membangun LRT Jabodebek ternyata menurut Elly kurang mempunya respek dan empati kepada pejalan kaki dan pengguna angkutan umum. Elly menganggap mereka terlalu ceroboh padahal LRT adalah bagian dari angkutan umum yang dicita-citakan oleh masyarakat Jabodebek.

Di jembatan penyeberangan Tebet BUMD tersebut memang setiap harinya banyak masyarakat termasuk anak-anak yang menyeberang. Padahal untuk proyek raksasa seperti itu harus sudah diterapkan manajemen konstruksi yang handal dan berkeselamatan. “Saya sangat prihatin. Demi keselamatan masyarakat tolong cara kerjanya diperbaiki,” ujar Elly. (CA/is/HP)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn