JR Connexion, Saatnya Mobil Pribadi Beralih ke Angkutan Umum Berkualitas

Kedepan warga yang berdomisili di wilayah Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang bisa memanfaatkan Bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion. Moda transportasi massal ini digagas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.

Bus JR Connexion secara resmi diluncurkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di ITC Mangga Dua Jakarta, Selasa (14/2). Diharapkan, upaya pemerintah ini dapat mengurai kemacetan lalu lintas di daerah penyangga menuju Ibu Kota.

Kebijakan ini bukan ujug-ujug dilakukan BPTJ Kemenhub. Penelitian dan pengkajian mendalam sudah dilakukan dan diketahui hasilnya bahwa masyarakat sejatinya mengharapkan adanya angkutan umum yang nyaman dalam rangka menunjang berbagai aktifitas harian.

Ditargetkan, ‘share‘ Bus JR Connexion meningkat mencapai 40 persen dari sebelumnya hanya 14 persen dengan menjangkau kawasan permukiman ke beberapa titik tujuan pusat kegiatan. Baik pusat perkantoran, perdagangan hingga kawasan industri.

Masyarakat tidak perlu ragu beralih ke JR Connexion. Selama perjalanan ke tujuan, penumpangnya diupayakan tetap mendapatkan standar pelayanan terbaik. Dari koneksi internet atau Wifi, seat kursi 2-2 hingga pendingan ruangan dan charger HP.

Sudah? Masih ada lagi. Penumpang yang kurang paham rute perjalanan diberikan kemudahan/fasilitas display elektronik yang memuat jadwal dan rute JR Connexion.

Layanan angkutan umum permukinan ini, kata Menhub, harus dikelola dengan baik karena ini merupakan pertemuan antara fasilitas yang disediakan pemerintah melalui kerjasama dengan pengembang dan operator bus dan kebutuhan masyarakat.

Dalam catatan Kemenhub, selama ini tingkat penggunaan bus kecil terkendala jadwal yang tidak menentu dan faktor kenyamanan. Karena itu pula seluruh operator JR Connexion ditetapkan standar pelayanan yang tinggi berikut pengelolaan terbaik agar melayani masyarakat dengan maksimal.

Kepada operator JR Connection, perbaikan internal manajemen dilakukan secara berkesinambungan melalui pengembangan Fleet Management System untuk mengelola kepentingan operasional armada, finansial hingga sumber daya manusia.

Pengembangan moda transportasi massal ini ditekankan bagian dari upaya Kementerian Perhubungan memberikan banyak alternatif transportasi kepada masyarakat Jabodetabek, apakah mau menggunakan kereta api atau bus.

Kepala BPTJ Elly Andriani Sinaga, menyatakan bahwa pengembangan sarana transportasi yang memadai ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat sehingga mau beralih ke Bus JR Connexion.

Dengan biaya relatif terjangkau, yakni Rp 20 hingga 25 ribu per orang, JR Connexion mengedepankan kedisiplinan dan ketepatan waktu. Diharapkan ketepatan waktu ini memberikan kepastian waktu perjalanan bagi pengguna Bus JR Connection.

Disampaikan, BPTJ juga telah membuat aplikasi ‘MOOVIT’ untuk mengitegrasikan seluruh layanan transportasi di Jakarta, termasuk JR Connexion, Transjakarta, KRL, dan angkutan umum lainnya sehingga masyarakat dapat mengetahui pergerakan suatu moda transportasi secara real time.

Untuk Bekasi, JR Connexion menjangkau Lippo Cikarang, Grand Wisata, Galaxy, Summarecon. Untuk Bogor, pemukiman yang dilayani adalah Citra Indah Jonggol, Bellanova, Botani Square. Cibubur menjangkau permukiman Cibubur Residence, Cibubur Country, Harvest City, Metland Transyogie, Kenari Nusantara.

Untuk Depok, JR Connexion melayani warga di permukiman Pesona Kayangan dan BSD City untuk Serpong. Sementara di Tangerang, bus menjangkau pemukiman Bintaro Jaya, Lippo Village, dan Citra Raya.

Jumlah operator yang akan melayani sejumlah 6 perusahaan, yaitu PO Alfa Omega Transport, PO Royal Wisata Nusantara, PO Sinar Jaya Langeng, PO Sejahtera Cemerlang, PO Wahana Transport, dan PT Wifen Darma Persada dengan jumlah armada lebih dari 100 unit.

 

Sumber : http://www.kompasiana.com/beningsenja/jr-connexion-saatnya-mobil-pribadi-beralih-ke-angkutan-umum-berkualitas_58a2d46cd37a61d709f5113c

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn