BPTJ BENTUK TIM PENGEMBANGAN LRT CIKARANG JABABEKA

Jakarta, Jumat (12/8/2016) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam pertemuan dengan pengelola Cikarang Jababeka, di kantor BPTJ Jum’at (12/8/2016) membentuk Tim Pengembangan Light Rapid Transit (LRT). Tim ini dibentuk untuk menyusun rencana pengembangan konektifitas angkutan umum missal LRT yang terintegrasi dengan moda lain, khususnya dengan Bus Rapid Transport (BRT) dan commuter line KCJ.

Tim pengembangan LRT ini akan nantinya akan bertugas menyusun rancangan pengintegrasian antar moda terkait rencana pembangunan, skema pengoperasian LRT, analisis financial, aspek lingkungan, kemampuan daerah sekitar, dan dampak traficnya. Saat dioperasikan nanti, LRT ini sudah terintegrasi dengan moda lain.

“Tim yang disusun personilnya terdiri dari unsur Jababeka, Bappenas, PT. KCJ dan unsur lain yang akan berkolaborasi didalamnya, dibantu BPTJ sebagai fasilitator sehingga pembangunan ini dapat terwujud”, ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ Eddy Gunawan.

Penyusunan tim ini dilakukan oleh BPTJ untuk terus berupaya dalam mengharmoniskan seluruh pembangunan angkutan umum se-Jabodetabek. Ini tentu saja sesuai dengan fungsi BPTJ sebagai dirigen dalam mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mengelola, dan memfasilitasi pembangunan transportasi di Jabodetabek.

Pengharmonisan ini diharapkan akan dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini disampaikan Eddy dalam pertemuan penyusunan tim tersebut. “Posisi sekarang banyak studi telah dilakukan misal oleh Pelindo mengenai kanal, Automated People Mover (APM) yang akan dibangun Bappenas, LRT oleh Jababeka atau konsorsium. Tapi semuanya masih sendiri-sendiri. Nah BPTJ yang akan mengintegrasikan ini semua”, lanjut Eddy.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Jababeka menyatakan sebagai salah satu pusat industri, Jababeka berperan penting dalam menggerakkan perputaran ekonomi di Bekasi dan masyarakat banyak yang menjadi sumber daya di sana. Selain itu, sektor industri merupakan penghasil Pendapatan Dasar Regional Bruto (PDRB) dominan yang dihasilkan di Kabupaten Bekasi.

Saat ini total perjalanan dari pinggiran ke Jakarta mencapai 47,5 juta perjalanan per hari. Dan lebih dari 70 persennya atau sekitar 34 juta berasal dari Bekasi dan sekitarnya.  Kebanyakan perjalanan dari Bekasi ke DKI Jakarta ini 60 persen merupakan angkutan barang dari koridor Cikarang Cikampek menuju Tanjung Priok. Secara bertahap nanti akan dibuatkan pengintegrasiannya oleh BPTJ.

Banyaknya jumlah perjalanan dari wilayah Bekasi dan sekitarnya tersebut, berimbas pada kemacetan luar biasa dari dan menuju Jababeka, mulai pagi hingga malam hari tak kenal waktu. “Tentu ini menjadi pertimbangan penting bagi BPTJ mengapa diperlukan support untuk mendukung pembangunan LRT yang rencananya akan dilanjutkan dari trase Bekasi Timur menuju Cikarang dengan Jababeka sebagai inisiatornya”, tambah Eddy.

 

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn