BPTJ SIAP BANTU INTEGRASIKAN TRANSPORTASI TANGERANG

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Senin (1/8) melanjutkan roadshow Rancangan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (rancangan RITJ) ke kantor Walikota Tangerang.

Roadshow yg dipimpin langsung oleh Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga disambut baik oleh Walikota Tangerang Arif Rachadiono Wismansyah

Kota Tangerang yang memiliki tatanan transportasi tersendiri yang berbeda dengan wilayah tetangga DKI lainnya yaitu memiliki moda transportasi angkutan darat, kereta api dan angkutan udara (Bandara Soekarno-Hatta).

Walikota Tangerang sendiri mengatakan gembira dengan adanya organisasi BPTJ yang berupaya mewujudkan transportasi yang nyaman di Jabodetabek. Saat ini kondisi transportasi dari Tangerang ke Jakarta melalui Tol Karang Tengah sangat macet hingga bisa mencapai 11 kilometer dan menjadi tantangan tersendiri untuk diurai.

Saat ini Pemerintah daerah Kota Tangerang tengah membangun KA Bandara yang pengerjaannya sudah 90%.

Kota Tangerang sendiri punya rencana besar untuk penanganan transportasi. Berbagai upaya seperti mengundang Jasa Marga untuk membahas tol Jakarta-Tangerang yang sangat macet, membebaskan lahan untuk kereta bandara yg telah mencapai 70% dan untuk tol bandara yang masih 20%.

Saat mencaba menututup akses di Rawa Bokor dan dialihkan ke Kali Perancis, ternyata bisa efektif mengurai kemacetan arah bandara.

Masalah transportasi dari dan menuju bandara memang jadi perhatian khusus. Untuk itu, Walikota juga telah mengundang WIKA terkait akses bandara ke pinggiran Kali Cisadane. Dalam jangka pendek, Terminal Poris Plawad akan segera diserahkan ke BPTJ. Untuk itu TOD Poris Plawad akan dikembangkan.

Untuk moda kereta api, akan ada perpanjangan KA dari Pasar Anyar sampai ke perempatan Cadas di Kabupaten Tangerang dan Walikota mengharapkan BPTJ akan membantu dalam integrasi antara angkutan jalan dan kereta api, termasuk integrasi tiket antara TransJakarta dan KCJ.

Menurut Arif, lahan Terminal Poris Plawad yang akan diserahkan adalah yang berada di dekat Stasiun Batu Ceper sekitar 5.4 ha.

“Kota Tangerang ini sudah mempunyai rencana yang bagus terhadap transportasinya. Dan kami akan sangat senang membantunya. Terutama dalam pengintegrasian jaringan layanan angkutan umum, kereta commuter, kereta bandara, MRT dan lainnya”, kata Elly.

Elly juga sangat antusias dengan rencana Walikota Tangerang untuk membuat perjalanan langsung menggunakan kereta bagi pengguna jasa bandara yang hendak melanjutkan perjalanan ke Cirebon, Bandung dan kota lainnya.

“Walikota Tangerang sudah membuat rencana akan menjadikan daerah Plawad yang terintegrasi antara angkutan jalan dan kereta. Nanti stasiun keretanya dibuat seperti Gambir. Jadi dari bandara tinggal ke Kota Tangerang lanjut kereta ke Cirebon, Bandung dan kota lainnya. Buat loop gitu, bagus itu… jadi tak harus semua ke Gambir”, kata Elly

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn