Terminal Pulogebang Masih Perlu Pembenahan

Jakarta, Jumat (1/7) – Salah satu kewenangan yg diembankan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yaitu pengelolaan terminal tipe A di Jabodetabek. Dalam melaksanakan servisnya kepada masyarakat, terminal tipe A harus sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.

Saat melakukan survei kesiapan terminal tipe A Pulogebang, ternyata masih ada kekurangan-kekurangan yang ditemui. Salah satu kekurangan yang menonjol yaitu kurangnya petunjuk atau rambu-rambu yang ada di terminal. Bila rambu atau petunjuk jelas, kemungkinan tidak akan kita temui masyarakat yang masih berlalu-lalang di jalur khusus bus. “Jalur bus itu harusnya steril. Jika orang masih lewat-lewat sembarangan, bisa membahayakan,” kata Elly.

Selain itu juga belum dipasang denah lokasi. Dengan luasnya terminal Pulogebang ini, bila tidak dipasangi denah lokasi, tentu akan membingungkan para pengguna jasa.

Hal lain yang masih kurang yaitu ruang informasi dan pengaduan bagi pengguna jasa. Seperti kasus penumpang yang dibatalkan perjalanannya secara sepikah oleh PO bus Sindoro. Para penumpang tersebut menjadi kebingungan karena bus yang mereka pilih menjadi sarana untuk mudik tidak jadi berangkat.

“Harusnya ada ruang pengaduan atau ruang informasi sehingga masyarakat tidak kebingungan seperti ini. Sudah berharap berangkat tapi tak jadi itu kan sangat mengecewakan”, ujar Elly.

Kunjungan Kepala BPTJ ke Terminal Pulogebang ini menurut Elly sesuai instruksi Menhub untuk memastikan bahwa para penumpang yg akan mudik ke Jawa Timur dan Jawa Tengah harus melalui terminal terbesar se Asia Tenggara tersebut. Tapi ternyata masih banyak bus angkutan lebaran yang masih berangkat dari Terminal Pulogadung. Karena itu, Elly meminta Kadishub DKI Jakarta untuk segera menarik armada mudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut pindah ke Pulogebang. Selain itu juga menutup PO yang menjual tiket di Pulogadung, dan memindahkannya ke Pulogebang.

“Pulogadung itu sudah terlalu kacau, sewajarnya segera dipindah ke sini yang lebih bagus dan lebih nyaman,” kata Elly.

Selain itu kunjungan ke Terminal Pulogebang ini juga sekalian untuk memastikan apakah kesepakatan para kepala terminal dan UPT Terminal yg ditandatangani pada 31  Mei 2016 benar-benar telah diterapkan.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn