Kepala BPTJ Hadiri Pengarahan Bagi Anggota TNI/POLRI

Jakarta – Bertempat di Ruang Rapat Kutai-Kementerian Perhubungan, Senin (25/4) pukul 14.00 telah diselenggarakan pengarahan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya kepada para anggota TNI/Polri yang ditugaskan untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pratama, Administrator, dan Pengawas di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Acara pengarahan ini dihadiri oleh sekitar 24 anggota TNI/Polri yang bertugas menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pratama, Administrator, dan Pengawas di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Elly Adriani Sinaga, sebagai salah satu pejabat tinggi madya, juga hadir dalam pertemuan tersebut beserta Direktur Jenderal Perhubungan Udara, PLT. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Kepala BPSDMP dan para Staf Khusus Menteri Perhubungan.

Pertemuan yang dipimpin oleh Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio (Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian Perhubungan) ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada para anggota TNI/Polri agar dapat mengenal lebih dekat Kementerian Perhubungan sekaligus memperkenalkan tupoksi unit Eselon I dan II yang ada didalamnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPTJ menyampaikan beberapa hal penting terkait keberadaan BPTJ yang baru saja dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2015. Unsur penting BPTJ terdiri dari Sekretaris Badan, Direktur Prasarana, Direktur Lalu Lintas serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan.

Jabodetabek yang terdiri dari 3 Provinsi, 8 Kabupaten/Kota dan penduduknya hampir 30 juta, saat ini mempunyai perencanaan transportasi yang masih bisa disebut ego sektoral. Guna mengurangi ego sektoral tersebut, maka BPTJ hadir didalamnya untuk mengintegrasikan perencanaan dan pengembangan yang ada di seluruh Jabodetabek. Tugas penting BPTJ yang lain adalah berupaya untuk meningkatkan, mengembangkan dan mengelola transportasi Jabodetabek.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Elly juga menjelaskan bahwa BPTJ juga bertugas untuk meningkatkan layanan angkutan umum seperti LRT, MRT, KRL commuter line dan TransJakarta. Terkait dengan TransJakarta, tugas BPTJ yaitu untuk mengekstensi trayek sampai ke luar Jakarta yang memang diminati oleh penumpangnya.

“Di awal pembentukan BPTJ, saat ini tengah disusun Peraturan Presiden mengenai Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Nantinya RITJ akan menjadi acuan BPTJ dalam bekerja sekaligus acuan bagi semua daerah Jabodetabek guna mengembangkan lalu lintas yang lancar dan angkutan yang nyaman”, kata Elly saat memberi pengarahan tersebut. (NN)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn