Kartini di BPTJ

Kepala BPTJBertepatan dengan hari Kartini, Tim Website tadi pagi (21/4) menjumpai Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Sinaga yang merupakan wanita pertama yang menduduki posisi sebagai Eselon I di Kementerian Perhubungan.

BPTJ adalah organisasi yang berdiri berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2015 tentang Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang diundangkan pada 22 September 2015 dan bertugas mengembangkan, mengelola, dan meningkatkan pelayanan transportasi secara terintegrasi di wilayah Jabodetabek.

Menurut Elly Sinaga, ibu kita Kartini itu tokoh yang habat sekali, seorang pejuang perempuan. Kehidupan jaman Kartini tentu sangat sulit dibandingkan masa sekarang. Para perempuan sekarang beruntung sekali karena bisa berkarya seperti layaknya para pria, tanpa dibanding-bandingkan, alias setara.

Bagi Elly, baik pria maupun wanita mempunyai ukuran kecerdasan yang sama. Bahkan ada sifat pada wanita yang lebih unggul dibanding pria, yaitu wanita memiliki sifat yang lebih rajin dari pada pria. Berbeda dengan pria, wanita dalam bekerja juga ada menggunakan nurani, menggunakan hati. Dan ini tentu akan memberi sentuhan lain dalam suasana kerja. Suasana kerja akan lebih ada nuansa kekeluargaannya, yang Bu Elly sebut lebih “life”.  “Karena hidup itu bukan cuma kerja kerja dan kerja. Tapi harus ‘life’. Dalam bekerja, kita harus cerdas dan ikhlas, yaa… pakai hati itulah…”, kata Elly.

Wanita dan Ketegasan dalam Berkarir

Jika dalam bekerja menurut Elly harus “pakai hati”, ada sebagian orang mempertanyakan apakah kemudian Elly bisa tegas dalam penegakan kedisiplinan? Terutama masalah penyelewengan anggaran. Seperti belakangan ini kita lihat di berita-berita ternyata banyak juga wanita yang tertangkap KPK dan terjerat KKN. Elly sendiri kurang memahami mengapa ada wanita yang bisa terlibat dangan korupsi. Menurut Elly, ia termasuk pemimpin yang dianggap kurang toleran dan terlalu idealis. “Wanita dan korupsi? Itu kurang saya pahami. Menurut saya naluri perempuan itu kan bukan pada mencari uang. Saya sendiri untuk urusan korupsi termasuk yang menentang keras”, jelas Elly.

 Bagi Elly, semua harus sesuai dengan aturan, dan ia tidak perduli jika dikatakan ia sangat idealis, kurang toleran. Menurut Elly harusnya itu menjadi naluri setiap pemimpin dan tak gentar dengan opini seperti itu. “Saya tak pernah gentar kecuali dengan Tuhan. Dan selama ini saya merasa disayangi tuhan. Jika saya merasa benar, maka akan maju terus. Seperti Kartini!”, tegas Elly.

Dalam menjalani kariernya, Elly merasa sangat bersyukur karena ia menjalani apa yang ia suka. Meski menjadi PNS sebenarnya bukan cita-cita Elly, tapi karena jenis pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan passion-nya, maka sampai saat ini ia merasa tak pernah menyesal dengan apa yang telah dijalaninya. Menjadi PNS itu berawal karena didaftarkan oleh seorang pajabat di perhubungan. Sejak masih mahasiswa Elly sudah aktif di dewan mahasiswa dan sering ngajar di banyak sekolah, termasuk salah satunya di sekolah perhubungan. “Saya menyukai mengajar dan juga cinta  dengan tempat mengajar. Saya mengajar sejak angkatan I STTD. Sering ngajar sana-sini akhirnya saya didaftarkan oleh Kapus untuk menjadi PNS deh. Tapi saya bersyukur, meski awalnya bukan cita-cita saya untuk menjadi PNS, tapi saya sekarang bias mencapai puncak karier saya, menjadi Eselon I. Saya bersyukur saya ada di sini karena saya bermanfaat””, lanjut Elly.

BPTJ Akan Jadi Dirigen

Tentang BPTJ, Elly merasa senang karena ada passion-nya. Sejak awal terbentuknya BPTJ ini merupakan ide beliau. Kendala terbesar dalam pembentukan BPTJ kemungkinan yaitu adanya kewenangan orang lain yang diambil. Tetapi pengambilalihan ini terjadi karena memang sangat diperlukan. BPTJ di sini menjadi dirijen, pengatur dari kewenangan-kewenangan yang diambil alih dari lima wilayah tersebut (Jabodetabek). Tapi saat ini belum ada konfirmasi dari kewenangan tersebut karena RITJ yang menjadi panduannya masih dalam proses penyusunan. Bila RITJ ini telah di ketok palu, Elly mengatakan BPTJ siap menjadi dirigen transportasi Jabodetabek.

Kewenangan tersurat masih sedikit, kita perlu kewenangan tertulis seperti fasilitas teknis, pembiayaan, prasarana apa yang bisa kita bangun semua harus tersurat dengan jelas. Begitu Menhub setuju dengan RITJ ini, BPTJ akan segera koordinasi dengan pemerintah daerah, Kominfo, PU dan unit lain yang terkait. “Dalam pelaksanaan tugasnya BPTJ nanti akan melakukan koordinasi dan sinkronisasi melibatkan semua kelembagaan/pemerintah daerah, baik terkait penyusunan rencana umum dan rencana program kegiatan maupun perencanaan kebutuhan anggaran, dalam rangka pengembangan dan peningkatan pelayanan transportasi yang terintegrasi”, tutup Elly. (iis)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn