Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Mensosialisasikan Aturan Ganjil Genap Kepada Mitra Pengemudi Grab Car

Jakarta – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Korlantas Polri, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, bersama dengan Grab menggelar sosialisasi aturan ganjil genap kendaraan roda empat khusus untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) kepada para mitra pengemudi Grab Car.

Aturan ganjil genap sudah berlaku bagi kendaraan roda empat di beberapa titik di wilayah Jakarta, tepatnya di Jl. Sudirman, Jl.Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat dan Jl. Gatot Subroto. Aturan ganjil genap pun kemudian diperluas ke beberapa ruas tol di Jabodetabek seperti tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi dan Jakarta-Tangerang.

Aturan tersebut ternyata tidak berlaku bagi angkutan umum, termasuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) atau mobil online yang sudah memiliki perizinan lengkap dan menempelkan stiker ASK di kaca depan kendaraan.

“Untuk angkutan umum dikecualikan dari aturan ganjil genap di wilayah Jabodetabek termasuk juga taksi online yang sudah memiliki perizinan lengkap dan menempelkan stiker sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108. Maka, lewat sosialisasi ini diharapkan mitra pengemudi Grab Car bisa lebih peduli terhadap keamanan dan keselamatan dengan mengetahui aturan tersebut”, jelas Kepala BPTJ Bambang Prihartono.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia menjelaskan, bahwa saat ini mitra Grab yang telah memiliki stiker ASK berkisar 2500 mitra, sementara driver yang sudah mendapatkan uji kendaraan berkala (KIR) 11 ribu, “Grab perlu melakukan sosialisasi agar proses perizinan beroperasi pada aturan ganjil genap bagi kendaraan yang memiliki stiker dan yang belum mempunyai stiker bisa mencapai kuota yang telah di tetapkan,” ungkap Managing Director Grab.

Karena menurut Ridzki jika persyaratan tersebut sudah terpenuhi, maka aturan bagi kendaraan yang sudah menempelkan stiker bisa beroperasi di waktu berkendara ganjil genap dapat diberlakukan.

Sementara Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menambahkan bahwa aturan itu akan ditetapkan jika semua persyaratan terpenuhi.

Mitra pengemudi Grab Car untuk mentaati peraturan yang berlaku untuk ASK, terutama terkait perizinan supaya ketika mengemudi sudah memiliki kelengkapan yang dibutuhkan,” kata Bambang.

Selain kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, Grab menerapkan prinsip KYC (know your customer) secara ketat dalam pendaftaran mitra pengemudi Grab Car demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang yang menjadi prioritas utama perusahaan. Grab melakukan pengecekan dokumen-dokumen (KTP, SIM, STNK dan SKCK) secara fisik dan menemui calon mitra pengemudi secara langsung. Grab juga memeriksa kondisi kendaraan calon mitra pengemudi.

“Kami berkomitmen mendukung pemerintah dan aparat kepolisian dalam menerapkan mekanisme pengaturan lalu lintas untuk angkutan umum, termasuk aturan ganjil genap untuk ASK, demi menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan. Melalui sosialisasi hari ini, kami harap seluruh mitra pengemudi kami mengetahui dan menaati peraturan yang berlaku tersebut,” ujar Ridzki.

Selain sosialisasi aturan ganjil genap para mitra pengemudi juga mendapatkan penjelasan mengenai Penanganan Kemacetan Dalam Menghadapi Asian Games 2018 serta Penegakan Hukum dan Tim Green Line sebagai Paket Kebijakan Penanganan Kemacetan Jabodetabek.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan alasan pertama diterapkan kebijakan tersebut adalah untuk mengurai kemacetan yang ada di Jakarta dan alasan yang kedua adalah untuk menjaga stamina para atlet, supaya atlet tidak jenuh atau lelah diperjalanan.

“Nah kita ketahui bahwa panitia Asian Games menetapkan Key Performance Indicator (KPI), point to point. Dari penginapan ke venue tidak boleh lebih dari 35 menit. Kalau lebih dari itu jadwal pertandingan akan kacau dan alasan kedua karena akan berdampak kepada psikologis. Oleh karena itu kami sekarang melakukan permodelan mengatur lalu lintas dalam rangka menunjang Asian Games,” ujar Bambang Pri.

Pada kesempatan yang sama, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh Grab dan berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh penyedia aplikasi dan operator ASK lainnya.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn