PERGERAKAN ORANG DI STASIUN CIKARANG HARUS SEGERA DIATUR

CIKARANG – Dari hasil kunjungan kerja Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Stasiun Cikarang pada Kamis (23/11) diambil kesimpulan perlu segera dilakukan pergerakan orang agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar stasiun tersebut.

Melihat secara langsung keadaan di sekitar Stasiun Cikarang yang baru sebulan ini berdiri, Bambang Pri (sapaan akrab Bambang Prihartono) menilai saat ini saja sudah rawan terjadi kemacetan di sekitar stasiun. Dampak lalu lintas berupa kemacetan tersebut menurut Bambang Pri perlu segera diatur agar bisa diatasi dengan segera sebelum menjadi akut.

“Pergerakan orang harus kita atur agar tidak menimbulkan kemacetan. Jika tidak segera diatur maka nanti akan semakin parah seperti stasiun yang lain,” kata Bambang Pri.

Selain menyoroti masalah pergerakan orang di luar Stasiun Cikarang, masalah park and ride juga tidak luput dari perhatian Bambang Pri. “Kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai park and ride ini. Park and ride merupakan salah satu fasilitas yang cukup penting di stasiun. Jika tidak dikelola dengan baik seperti diatur alur kendaraan masuk dan keluar, maka bisa menimbulkan masalah kemacetan,” lanjut Bambang Pri.

Sekarang ini sudah banyak orang berpindah dari transportasi berbasis mobil ke transportasi berbasis rel, khususnya pergerakan orang di Jabodetabek. Bambang Pri juga menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 1 juta perjalanan orang per hari di Jabodetabek menggunakan Commuter Line, maka mengatur pergerakan orang yang menuju stasiun ataupun keluar dari stasiun sangat penting.

Kedepannya Bambang Pri berharap agar angkutan perkotaan (angkot) dapat berfungsi sebagai feeder bagi Commuter Line ini. (VE/is)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn