Mencari Solusi Macet Cikampek

Jakarta –   Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) banyak menerima laporan masyarakat bahwa ruas tol Jakarta-Cikampek sudah sangat macet. Laporan masyarakat ini segera ditindaklanjuti oleh BPTJ dan dilakukan kajian.

Dari hasil kajian BPTJ, perlu segera dilakukan antisipasi dan penanganan kemacetan di tol Jakarta-Cikampek dengan alasan:

  1. Tingkat pelayanan jalan rasio kendaraan pada kapasitas ruas jalan (V/C Ratio) di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek sudah mencapai 1. Artinya ruas jalan di tol Jakarta-Cikampek sudah sangat padat.
  2. Lalu lintas di ruas jalan ini mancapai 82.000 kendaraan per hari sementara lalu lintas optimum harusnya hanya 64.000 kendaraan per hari. Dalam hal ini pemerintah harus segera melakukan tindakan agar tidak tercapai macet total di ruas jalan tersebut.
  3. Pembangunan infrastruktur transportasi seperti LRT dan high speed train secara bersamaan di koridor tol Jakarta-Cikampek juga menambah parah kemacetan akibat adanya ruas jalan yang terpakai oleh pembangunan proyek tersebut.

 

Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan trobosan untuk mengurai kemacetan. BPTJ segera berkoordinasi dengan Binamarga, Korlantas, BPJT, Jasamarga, dan Operator Angkutan Umum. Ada tiga strategi penanganan macet pada ruas jalan tol tersebut yang telah dipelajari oleh BPTJ. ketiga strategi yang dapat diterapkan yaitu :

  1. Penerapan jalur khusus angkutan umum di ruas jalan tol Bekasi Barat – Semanggi. Dalam hal ini diberikan prioritas satu jalur khusus angkutan umum di jalan tol. Untuk strategi ini, telah dilakukan ujicoba rute khusus bus TransJabodetabek dari Summerecon menuju Bundaran HI.

Mengapa diambil asal perjalanan dari Bekasi Barat? Hal ini dikarenakan akses tol Bekasi Barat sangat padat yaitu mencapai 4.397 unit kendaraan pribadi hanya dalam waktu 3 jam dari pukul 05.00-08.00 WIB. Selain itu telah tersedia infrastruktur halte angkutan umum yang dekat dengan akses tol.

Konsep penerapan jalur khusus ini telah didukung oleh PT. Jasamarga dengan memberikan informasi melalui VMS bahwa pada pukul 06.00-09.00 bahu jalan Bekasi Barat – Cawang diutamakan untuk bus TransJabodetabek.

  1. Konsep ganjil genap di akses tol Bekasi Barat.

Bila konsep ini dilaksanakan, skenario yang diterapkan adalah menyiapkan bus premium sebanyak 66 unit untuk menampung sekitar 3.300 penumpang akibat berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, menyiapkan Lokasi Park n Ride di Mega Bekasi, Mal Metropolitan, Summarecon Bekasi dan Stadion Patriot. Tarif parkir dirancang flat dengan syarat menunjukkan bukti bayar tiket bus.

  1. Re-routing angkutan barang.

Pengalihan pergerakan angkutan barang dapat diterapkan pada ruas tol Cikarang Utama – Cawang pada pukul 06.00-09.00 WIB untuk jenis kendaraan II dan III.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn