Ujicoba Integrasikan Bus dan Kereta di Stasiun Duren Kalibata

Jakarta (29/8) – Integrasi antara moda bus dan KCJ dilakukan hari ini, Selasa (29/8), di Stasiun Duren Kalibata.

Alasan diadakannya integrasi ini yaitu untuk memudahkan mobilitas para penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan.

“Saat ini kan belum ada layanan bus bagi pengguna kereta yang turun dari Stasiun Duren Kalibata. Nah ini ada PPD yang ingin mengisi kekosongan tersebut. Jadi nanti nyambungnya akan lebih mudah,” kata Risal Wasal Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) saat dikonfirmasi usai uji coba.

Selain itu Risal juga mengatakan adanya integrasi yang dilakukan dengan pembukaan rute layanan baru oleh PPD ini untuk mengurangi beban yang ada di Stasiun Manggarai.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Stasiun Duren Kalibata Sucahyo dan menyambut baik adanya integrasi ini. “Kalo biasanya kan orang-orang banyak berpindah moda di Manggarai. Nah nanti bagi penumpang yang hendak melanjutkan ke Blok M bisa berpindah dari Stasiun Duren Kalibata juga,” ujar Sucahyo.

Bila nanti pengintegrasian ini berjalan, BPTJ dan Dishub DKI Jakarta Selatan mengusulkan perlintasan kereta yang ada di Jalan Raya Kalibata harus ditutup.

Kasubdit Integrasi Harno Trimadi menjelaskan bahwa perlintasan bisa ditutup karena sudah ada jalan layang.
“Dengan headway kereta yang lewat setiap 5 menit sekali, maka lebih efektif jika perlintasan ditutup total dan dibuat putaran untuk akses kendaraan pribadi,” tambah Harno

Harno juga menambahkan, penutupan perlintasan kereta juga untuk alasan keselamatan. “Kereta yang lewat sekarang sudah sangat sering. Bahaya jika tidak ditutup,” papar Harno.

Rute Baru Program Integrasi

Integrasi bus dan Kereta di Stasiun Duren Kalibata ini akan dilayani oleh Bus PPD dengan tiga tujuan. Ketiga rute baru tersebut yaitu Stasiun Duren Kalibata – Blok M, Stasiun Duren Kalibata – Pasar Senen, dan Stasiun Duren Kalibata – Rawamangun.

Sistem pembayaran untuk bus ini juga akan terintegrasi dengan kartu-kartu yang bisa dipakai oleh pengguna kereta.

Menurut Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan PPD Bambang Suryosusakti, akan ada 8 provider kartu pembayaran yang bisa dipakai untuk pembayaran tiket bus.

“Sistemnya tapping di saat naik. Pas turun tak perlu tapping lagi. Tarifnya flat Rp. 5.000,-. Saat ini machine tapping baru bisa membaca kartu multi trip dari Commuter Line. Tapi segera akan bisa dengan 8 jenis kartu,” ujar Bambang Suryosusakti.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn