TITIK SIMPUL INTEGRASI MULTIMODA PERLU SEGERA DIPETAKAN

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) perlu segera menginventarisir titik-titik simpul transportasi yang membutuhkan multimoda.

BPTJ dalam hal ini sebagai badan yang mempunyai tugas penting dan strategis dalam mengatasi masalah-masalah transportasi di Jabodetabek, perlu segera memetakan titik-titik transportasi yang memerlukan sarana multimoda tersebut.

Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi pada acara Focus Group Discussions tentang Review Penyelenggaraan Angkutan Multimoda mengungkapkan core transportasi multimoda terletak di bidang darat.

“Turun dari naik pesawat, kapal laut maupun kereta api, tetap nanti akan bermuara ke transportasi darat untuk sampai pada titik akhir,” kata Cris Kuntadi.

Cris pun memaparkan bahwa ada 5 langkah yang yang perlu segera dilakukan BPTJ. Setelah mengumpulkan titik multimoda, perlu segera membuat penghubung antarmoda.

“Setelah turun dari kereta, misal di Manggarai, harus ada penghubung untuk lanjut naik bus di Pasar Manggarai,” ujar Cris.

Hal lain yang perlu segera dilakukan yaitu mengintegrasikan sistem logistik, bagaimana menyiapkan fasilitas integrasi yang nyaman dan mengedukasi masyarakat.

Kegiatan FGD ini tentang review multimoda ini digelar untuk mendapat masukan dari berbagai sudut pandang agar nanti bisa diambil kesimpulan solusi yang dibutuhkan. Solusi yang dibutuhkan bisa dari aspek teknis operasional, koordinasi wewenang institusi, dan regulasi agar terwujud  penyelenggaraan transportasi multimoda terintegrasi agar terwujud transportasi yang efektif dan efisien.

Dalam kegiatan FGD ini, akan disampaikan paparan terhadap beberapa tema terkait penyelenggaraan multimoda yang akan disampaikan oleh narasumber, yaitu:

1.Evaluasi penyelenggaraan angkutan multimoda.

2.Tantangan dan peluang penyelenggaraan angkutan multimoda.

3.Hubungan kelembagaan penyelenggaraan multimoda

Salah satu Rencana Strategis (Renstra) Transportasi Nasional ke depan adalah terwujudnya layanan transportasi multimoda. Peran angkutan multimoda semakin penting dengan adanya agenda integrasi sistem logistik ASEAN menuju kepada perwujudan pasar tunggal ASEAN. Dalam Integrasi sistem logistik ASEAN dan ASEAN Framework Agreement On Multimodal Transport (AFAMT) menyiratkan adanya liberalisasi di bidang jasa angkutan multimoda di kawasan ASEAN yang pada akhirnya menuju kepada liberalisasi jasa pada tataran global.

Transportasi multimoda juga berperan sebagai penggerak utama angkutan barang di Indonesia sehingga mampu meningkatkan daya saing produk nasional baik di pasar domestik, regional maupun internasional.

Dengan transportasi multimoda, pergerakan barang dapat lebih efisien sehingga dapat menjamin ketersediaan barang dengan harga yang terjangkau dan stabil serta rendahnya disparitas harga antar wilayah di Indonesia.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPTJ Suharto saat menyampaikan sambutannya mengatakan untuk mewujudkan layanan transportasi multimoda tersebut, terdapat beberapa isu yang menjadi perhatian pemerintah yaitu :

Pertama, terwujudnya dokumen tunggal pengangkutan barang dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kedua, pembangunan sistem informasi logistik nasional yang terintegrasi secara elektronik (Inalog), yaitu revitalisasi sistem Inaportnet (goods vessels), pilar program Indonesia National Single Windows (INSW) di samping System Tradenet oleh Otoritas Pelabuhan untuk pemetaan flows of goods melalui automasi domestic manifest.

Ketiga, penyelenggaraan Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM).

Keempat, terwujudnya angkutan antarmoda / multimoda pada kawasan – kawasan ekonomi di Indonesia.

dan Kelima adalah mewujudkan Integrasi sistem logistik ASEAN dan Asean Framework Agreement On Multimodal Transport (AFAMT), dimana setiap negara anggota ASEAN segera membentuk competent national body, yaitu sebuah badan yang berwenang untuk memberikan sertifikat registrasi bagi operator transportasi multimoda yang akan beroperasi di kawasan negara – negara ASEAN.

“Dari kelima isu diatas, saya berharap dengan adanya forum ini dapat memunculkan gagasan atau solusi terbaik untuk implementasi angkutan multimoda kedepan,” kata Suharto (Ir/is)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn