Transit Oriented Development (TOD) Jabodetabek Transportasi Jabodetabek Aman, Nyaman, Mudah

Bogor – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sedang mengembangkan TOD (Transit Oriented Development) pada titik integrasi simpul transportasi di Jabodetabek. M. Risal Wasal Direktur Prasarana BPTJ menjelaskan “pengembangan TOD ini agar terjadi sinergi moda transportasi sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, tidak sulit dalam perpindahan antar moda transportasi umum” (26/7)

Dalam rangka pengembangan TOD di wilayah Jabodetabek, BPTJ mengundang Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Depok untuk persamaan persepsi dan knowledge sharing sehingga tercipta keseragaman pemahaman tentang TOD, dimana dibedakan antara TOD dengan fasilitas transit maupun CBD (Center Bussiness District) di Jabodetabek dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan Integrasi Simpul Transportasi Jabodetabek.

“Melalui TOD diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di wilayah Jabodetabek” ungkap Risal dalam kata sambutannya pada kegiatanan bimbingan teknis tersebut. Saat ini Menteri Perhubungan merencanakan setidaknya ada 17 titik di Jabodetabek yang akan dikembangkan menjadi TOD. “Dengan adanya TOD ini perpindahan antar moda transportasi akan menjadi lebih baik” lanjut Risal.

Pada kesempatan ini masing-masing perwakilan Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor memaparkan perencanaan TOD di kota mereka masing-masing. Tenaga ahli pada tim kelompok kerja BPTJ yaitu Setia N. Milatia Moemin dan Lenny Maryouri Anna Watie juga memberikan paparan mengenai pengembangan TOD.

Melalui Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan Integrasi Simpul Transportasi Jabodetabek diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan permasalahan dalam perencanaan simpul di Jabodetabek. (VE/is/FM/FK)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn