HOV LANE UNTUK SOLUSI MACET BEKASI – JAKARTA

Jakarta – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) esok pagi, Kamis (27/7) akan melakukan uji coba jalur HOV lane Bekasi – Jakarta.

HOV atau High Occupancy Vehicle (HOV) lane atau lajur khusus untuk kendaraan dengan okupansi tinggi, kecepatan tinggi, aman, nyaman dan tarif terjangkau seperti angkutan umum bus.

Ruas tol Jakarta Cikampek merupakan koridor lalu lintas yang sangat padat dengan V/C (vehicle per capacity) ratio melebihi 1 atau sangat padat.

Adanya pekerjaan konstruksi LRT, elevated toll dan juga rencana High Speed Train (HST) akan menambah daftar kemacetan diruas tol tersebut.

Terkait hal ini, perlu adanya terobosan yang cepat dan efektif dalam mengurai kemacetan tol Jakarta Cikampek.

Setelah melakukan koordinasi dan survei, BPTJ menggandeng Perum PPD membuka rute baru dari Bekasi, tempatnya dari Summarecon Mall Bekasi menuju Bundaran HI dengan menggunakan konsep HOV lane tersebut.

Trayek baru angkutan umum yang menggunakan lajur khusus HOV lane ini akan mempunyai lajur tersendiri sehingga dapat mereduksi waktu tempuh.

“Pada akhirnya diharapkan model ini akan memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum dan target modal share 60% angkutan umum pada tahun 2029 dapat tercapai,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono.

Sebelumnya, BPTJ telah melakukan survei dan menghasilkan data preferensi pengguna kendaraan pribadi yang akan beralih menggunakan angkutan umum bila ada konsep HOV lane. Data menunjukkan 60% responden akan beralih ke angkutan umum dengan konsep ini.

Menurut Kasubdit Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Hananto Prakoso, saat ini Kementerian Perhubungan (BPTJ) dan Badan Pengatur Jalan Tol sedang menyiapkan regulasi dan piranti lainnya terkait HOV lane.

Untuk masa sosialisasi, BPTJ bekerja sama dengan BPJT, Jasa Marga, Perum PPD melakukan uji coba penerapan HOV lane di jalan tol akan mengawal bus dari tempat asal hingga Cawang.

Pengawalan masa uji coba dilakukan pukul 06.00 – 06.30 WIB. Kegiatan yang dilakukan dalam masa uji coba ini dengan memberikan pengawalan/ voorijder rombongan bus (2-3) unit dari Summarecon Mall Bekasi Barat hingga Cawang saat jam sibuk pagi antara jam 06.00 – 07.00. “Kegiatan pengawalan ini sifatnya untuk sosialisasi sampai semua perangkat terpenuhi,” tambah Hananto.

Dari penjelasan Marketing Communication Perum PPD Aulia Rachman Tarusbawa,
frekuensi keberangkatan bus masa ujicoba yaitu 15 menit sekali dengan 2 armada tiap pemberangkatan.

“Pemberangkatan ujicoba dengan pengawalan yaitu pukul 06.00 WIB, 06.15 WIB dan pukul 06.30 WIB dari Summarecon Mall Bekasi. Ada dua armada di setiap jadwal pemberangkatan dengan tarif promo Rp. 5.000,” ungkap Aulia.

Sosialisasi akan dimulai esok Kamis (27/7) dan berlangsung selama 2 minggu kedepan. (is/FM/FK)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn