MELIHAT LEBIH DEKAT LAYANAN JACONNEXION BIG BIRD

Jakarta (8/7) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tinjau kegiatan layanan JAConnexion di beberapa simpul.

Bersama jajaran Big Bird, Plt. Kepala BPTJ Bambang Prihartono bersama Direktur Prasarana Risal Wasal dan jajarannya meninjau langsung pelayanan angkutan umum JAConnexion di beberapa titik simpul seperti mall, bandara, terminal dan stasiun kereta api.

Kegiatan ini bertujuan melihat langsung Pelayanan JAConnexion yang sudah diresmikan awal bulan puasa lalu, 29 Mei 2017 di Plaza Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta.

Berawal dari Grand Indonesia Jakarta, Bambang dan rombongan melihat shuttle bus titik keberangkatan JAConnexion yang ada di mall Grand Indonesia.

Melihat lokasi menunggu bus yang starategis dan bus yang digunakan sangat nyaman, diharapkan akan banyak menarik minat masyarakat untuk menggunakan bus JAConnexion ini.

Saat ini, bus JAConnexion yang dilayani oleh operator Big Bird sebanyak 15 unit bus, 8 bus telah beroperasi dengan 4 rute.

Kedepan, BPTJ akan mendorong terus layanan angkutan umum yang lebih baik dengan tingkat keselamatan dan kenyamanan yang tinggi.

“Operator bus yang ada di Jabodetabek agar mengambil peran yang lebih besar lagi. Ekspektasi masyarakat akan layanan angkutan umum yang lebih baik cukup besar. Kalau saja layanan JAConnexion ini terus ditambah maka saya yakin shifting angkutan pribadi ke angkutan umum bisa meningkat. Jadi dapat mengurangi kepadatan di jalan,”tutur Bambang Pri.

Dalam kesempatan ini, hadir Direktur Big Bird Sigit Purnomo Jokosutono bersama VP Central Operation Maria Lihawa. Sigit Sangat Optimis program ini sangat tepat.

“Sejak diluncurkan sampai saat ini load factor rata-rata di atas 80 persen. Artinya layanan ini sangat disukai,” papar Sigit.

Sigit juga menambahkan saat ini hanya butuh penguatan fasilitas penunjang berupa shelter yg representatif di bandara, dan sosialisasi ke masyarakat.” Selama ini kami menggunakan sistem jemput bola dalam pengembangan layanan JAConnexion,” ujar Maria Lihawa.

Maria juga mengatakan peninjauan lapangan ini sangat membantu. Antusias para para blogger dan vlogger yang sudah langsung merasakan layanan JAConnexion menunjukkan minat masyarakat yang bagus terhadap layanan JAConnexion.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Sekjen DPP Organda Ateng Aryono. Ateng mengungkapkan “Kita selalu bersinergi dengan BPTJ dalam mendorong layanan angkutan umum¬† yang lebih baik. Kalau semua bersinergi, pemerintah, operator dan mitra kerja lainnya, saya yakin semua program pengembangan angkutan umum akan berjalan dengan baik,” ungkap Ateng.

 

LAYANAN BUS PREMIUM

 

Sebagai pelopor layanan angkutan umum, ternyata di Jabodetabek, PT. Blue Bird juga meluncurkan layanan angkutan wisata premium dengan standar layanan VIP layaknya kelas eksekutif. Dengan dilengkapai kapasitas seat 12 penumpang, serasa dimanjakan dengan kenyamanan yang ditawarkan.

“Kami sengaja menjajal segmen ini karena di Jabodetabek tingkat kemacetan tinggi dan tentu akan sangat mengganggu kenyamanan pengguna angkutan umum. Dengan adanya bus premium ini bisa menjadi pilihan tepat karena bisa tidur dan menikmati karaoke selama perjalanan, ” tambah Maria.

Yang menarik dalam perjalanan bersama blogger dan vlogger hadir komedian Raim Laode. “Di kampung saya, Wakatobi, bus ini bisa jadi rumah. Pasalnya saya bisa tidur, ada toiletnya lagi dan lebih mewah dari toilet kosan saya,” aku Raim dan disambut tawa oleh rombongan.

Kedepan, menurut Plt. Kepala BPTJ layanan bus premium seperti JAConnexion ini akan terus dikembangkan untuk layanan angkutan umum lainnya.”Kalau ternyata segmen pasar layanan bandara banyak yang menginginkan, akan kita terus dorong untuk bertambah jumlah bus dan rutenya. Tarif Rp. 50.000 cukup dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyaman penumpang,” tutup Bambang.

Rombongan setelah itu menuju Bandara Soekarno-Hatta danTerminal Poris Plawad. (AB/ed:iis)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn