PENANGANAN BOTTLENECK RUAS WOLTER MONGINSIDI AKIBAT ELEVATED BUSWAY KORIDOR 13

Jakarta (9/7) – Akibat pembangunan elevated busway koridor 13 TransJakarta, maka terjadi bottleneck di ruas Jalan Wolter Monginsidi. Hal ini mengakibatkan adanya kemacetan parah di wilayah tersebut.

Pasca pembangunan jalan layang khusus TransJakarta tersebut, ruas Jalan Wolter Monginsidi yang sebelumnya merupakan ruas jalan dua arah menjadi ruas jalan dengan karakteristik sistem ruas satu arah. Ruas satu arah ini yaitu menjadi dari Kapten Tendean menuju Jalan Trunojoyo.

Akibat menjadi satu arah tersebut, menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Karlo Manik mengakibatkan adanya bottleneck di ruas Jalan Wolter Monginsidi.

“Adanya bottleneck di ruas Jalan Wolter Monginsidi, mengakibatkan macet parah. Dan ini sudah banyak kita terima keluhannya,” tambah Karlo.

Karlo sendiri mengakui bahwa pembangunan elevated busway koridor 13 merupakan terobosan besar Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum serta mengurai kemacetan antara wilayah Jakarta-Tangerang.

Akan tetapi, pembangunan koridor 13 ini di sisi lain menyebabkan terjadinya bottleneck. Bottleneck terjadi karena terjadi pengurangan kapasitas jalan khususnya ruas Jalan Wolter Monginsidi dan Trunojoyo.

Sistem satu arah yang sekarang diberlakukan mendapat keluhan dari masyarakat dimana aksesibilitas dari dan ke kawasan tersebut menjadi lebih buruk.

Berangkat dari keluhan masyarakat tersebut, BPTJ bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta pihak kepolisian melakukan survei lokasi dan membuat kesepakatan rekayasa lalu lintas.

BPTJ dalam kasus kemacetan di Jalan Wolter Monginsidi ini merekomendasikan agar sistem satu arah segmen simpang Adityawarman – Gunawarman dikembalikan menjadi sistem dua arah.

Kasubdit Manajemen Lalu Lintas BPTJ Hananto Prakoso mengatakan bahwa berdasarkan kajian dari BPTJ, penerapan sistem 2 arah ini akan memperbaiki kecepatan di segmen jalan tersebut hingga 70%.

“Dengan dikembalikan menjadi ruas jalan dengan sistem dua arah, ternyata menjadi lebih lancar,” ujar Hananto.

Sistem dua arah ini telah diuji cobakan dan diterapkan secara permanen oleh Dishub DKI Jakarta.

“Perubahan sistem ini juga sudah dibarengi dengan perbaikan tingkat keselamatan. Telah dilakukan pemasangan fasilitas perlengkapan jalan pada segmen jalan tersebut, agar tetap aman bagi pengguna jalan,” tambah Hananto.

Hananto juga menambahkan manajemen rekayasa lalu lintas pada lokasi tersebut akan dievaluasi secara rutin oleh BPTJ dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menjamin aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di sekitaran ruas jalan Wolter Monginsidi dan Trunojoyo lebih lancar. (HP/is)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn