TERMINAL JATIJAJAR DEPOK SAAT INI

Depok (4/7) – Terminal Jatijajar Depok mulai dibangun pada tahun 2011 dengan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD). Sampai dengan Tahun Anggaran 2016, proses pembangunan terminal ini masih bersumber dari anggaran APBN. Sampai dengan akhir anggaran 2016, pembangunan Terminal Jatijajar sudah selesai namun belum sesuai sebagaimana yang dipersyaratkan untuk operasional terminal Tipe A.

 Sesuai perencanaan, akses bus AKAP dari dan ke Terminal Jatijajar adalah melalui pintu Tol Cimanggis Tol Jagorawi. Akses angkutan umum lainnya melalui jalan raya Bogor. Posisi saat ini jembatan penghubung ke Jalan Raya Bogor tidak selesai dibangun oleh dana APBD. Sementara jalan akses ke tol sepanjang 5 Km belum dilakukan pembebasan lahan seluruhnya. Saat ini baru terbangun sepanjang 800m, yang merupakan jalan lingkar akses keluar untuk bus AKAP. 

BPTJ telah bersurat ke Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR dan mengusulkan penetapan kelas jalan nasional dan mengusulkan anggaran pembangunan untuk jalan tembus sepanjang 5.2 km.

Masih banyak fasilitas penunjang operasional terminal yang belum terbangun, seperti toilet, mushola, tempat istirahat pengemudi, park & ride, area komersial, dan lain-lain. Pengajuan anggaran untuk pengawasan belum diajukan dikarenakan terminal belum beroperasi.

Menurut keterangan pihak Dishub Depok, di tahun 2018, pihaknya tidak menganggarkan pembangunan Terminal Jatijajar. Setelah dikonfirmasi ke pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Direktur Prasarana Risal Wasal mengatakan pengajuan anggaran untuk lanjutan penyelesaian pembangunan fasilitas terminal, serta untuk pengoperasian dan pemeliharaan terminal, dan anggaran personil berada di Kementerian Perhubungan.

Penyiapan personil untuk mengoperasikan terminal (termasuk penyiapan diklat), dikarenakan Pemda Kota Depok hanya menyerahkan personil non PNS sebanyak 50 orang dan tidak ada personil PNS yang diserahkan ke Pemerintah pusat,” kata Risal setelah dikonformasi dalam suatu rapat.

Untuk terminal Jatijajar, perubahan Kartu Pengawasan (KP) bus AKAP, sampai saat ini belum dilakukan pendataan jumlah bus AKAP yang akan melayani penumpang dari Terminal Jatijajar. Eksisting trayek bus AKAP yang melewati jalan raya Bogor adalah trayek Bogor dan Kampung Rambutan, tidak ada trayek bus AKAP dengan O-D Kota Depok. (IR/ID/is)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn