BPTJ Siapkan ANGKUTAN LEBARAN Zero Accident

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, terus melakukan persiapan guna menyambut arus mudik Ramadhan 2017. Langkah taktis ini diambil karena mereka ingin arus mudik tahun ini zero accident.

Kepala BPTJ Elly A Sinaga menjabarkan, sejumlah persiapan yang kini tengah dilakukan BPTJ antara lain mematangkan penzonasian terminal tipe A di Jakarta serta menggiatkan kembali pengecekan kelaikan bus AKAP (ramp check).

Diterangkan, penzonasian terminal tipe A adalah membagi wilayah terminal-terminal yang ada di Jakarta ke dalam zona-zona berdasarkan fungsinya. Tujuannya, supaya penumpang yang akan naik dan tiba di terminal tidak tercampur aduk dan sirkulasi keluar masuk bus juga tidak semerawut.

“Kami terus zonasi. kita terus perbaiki. Kasihan penumpang dan bus nya kalau (sampai) bingung nanti,” tukasnya.

Terkait kelaikan bus atau ramp check , lanjut Elly, sejumlah instrumen yang kini giat dicek adalah perseneling, lampu penerangan, sein, serta perkacaan. Maklum saja, pada Ramadhan tahun lalu, keempat instrumen tersebut banyak yang tidak laik di bus AKAP Ibukota.

“Karena satu bus bisa mengangkut 30-50 orang. Jadi kelaikan bus kita periksa mulai dari rem hingga wipper dan lainnya. Bayangin aja tahun lalu di Kalideres ada yang saya cek saya tarik persenelingnya eh lepas padahal yang dibawa itu manusia loh. Nah tahun ini kami ini inginnya 100 persen (bus) prima agar zero accident,”ujarnya saat berbincang dengan Rakyat Medeka.

Guna mendukung persiapan ini, tambah Elly, sebanyak 50 unsur pimpinan pengelola 10 terminal bus di Jabodetabek juga sudah diikutkan diklat di Bali. Mereka dibangun skill dan kompetensinya di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) supaya siap memyambut bulan Ramadhan.

“Melalui pendidikan tersebut kita harap mereka bawa sesuatu yang diterapkan di terminalnya masing-masing. Jadi enggak main-main. Mari kita semakin perkuat kompetensi dalam melayani publik, terutama mengelola terminal bus,” tuturnya.

Khusus tiketing, terang dia, pihak BPTJ bersama dengan Pemprov DKI dan Organda juga tengah mengebut pengimplementasian system e-ticketing di Pulogebang.

Menurut dia, sistem e-ticketing di Pulogebang nantinya akan sedikit berbeda dengan yang saat ini existing di Terminal Tirtonadi Solo. Perubahan tersebut berada dibidang pengkonsolidasian pemesanan tiket PO bus.

“Tiketing juga kita matangkan,” tandasnya. (SSL/Rakyat Merdeka)

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn