PENGELOLA TERMINAL DI JABODETABEK HARUS MENERAPKAN MANAJEMEN PROFESIONAL BERORIENTASI PELANGGAN

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga sangat berharap para pengelola terminal bus di Jabodetabek segera menerapkan manajemen terminal yang profesional berorientasi pelanggan dalam melayani masyarakat pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Hal tersebut disampaikan Elly Sinaga saat membuka Diklat Pengelola Terminal se-Jabodetabek, Senin (8/5/2017) bertempat di BP2TD Bali.

Dikat yang diikuti oleh 100 peserta dan terbagi dalam dua gelombang tersebut diikuti oleh pimpinan, pekerjaan dan pengawas terminal se-Jabodetabek.

Diklat tentang pengolaan terminal ini bertujuan agar peserta diklat memahami bagaimana mengelola suatu terminal. Terutama sebentar lagi akan ada angkutan lebaran.

Materi yang diberikan berkaitan dengan etika penyelenggaraan terminal, pengaturan fasilitas, rute dan perjalanan terminal. Selain itu juga dibahas tentang pengawasan, kesehatan kerja, pengembangan jasa pelayanan terminal.

Setelah selesai diklat, diharapkan para pengelola terminal ini memahami pentingnya bagaimana membuat masyarakat senang dengan terminal kita. Tidak hanya bagi para calon penumpang, tetapi juga bagi para sopir dan pekerja di terminal.

Diklat 10 hari ini dilaksanakan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Bali, salah satu lembaga pendidikan di lingkungan BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan.

 

“Melalui pendidikan selama seminggu ini, mari kita semakin perkuat kompetensi dalam melayani publik, terutama mengelola terminal bus,” tutur Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga, saat membuka dan mengarahkan peserta diklat.

Elly sangat berharap peserta akan memahami betul manajemen terminal.

“Termasuk di dalamnya melayani penumpang bus, e-ticketing dan pelayanan terhadap pengemudi,” tutur Elly.

Elly menungkapkan bahwa membangun manajemen terminal yang efektif dan efisien selalu diingatkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Oleh karena itu, hasil diklat ini juga harus segera diterapkan sesegera mungkin sebelum angkutan lebaran.

Dengan diselenggarakannya diklat ini, Elly berharap pengelola terminal memiliki tambahan pengetahuan baru dan pemahaman yang sama tentang manajemen terminal. “Di diklat ini lebih banyak aspek praktik ketimbang teori. Harapannya setelah peserta mengikuti diklat maka langsung dapat diimplementasikan di terminal masing-masing,” ujar Elly.

Berkaitan dengan implementasi itu, Elly Adriani Sinaga mengungkapkan BPTJ akan mengasistensi sekaligus memonitor penerapannya nanti. Diklat ini juga pas waktunya yang diharapkan dapat memotivasi pengelola terminal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada publik, terutama saat angkutan Lebaran nanti.

“Bapak Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi selalu mengingatkan kami sudah saatnya pelayanan terminal tidak lagi berkonotasi buruk. Harus sekelas bandara. Pengelolanya dan operator busnya full senyum melayani masyarakat,” ujarnya.

Paling tidak, Elly Adriani Sinaga menjelaskan aspek kemudahan dan kenyamanan pelayanan di bandara diterapkan di terminal bus. “Masyarakat tidak lagi deg-degan atau stres mulai masuk terminal karena kesan semrawut, sumpek, gerah dan banyak calo serta preman. Masak sejak Indonesia merdeka, pelayanan terminal tidak bagus. Karenanya, faktor-faktor yang menyebabkan ketidaknyaman penumpang harus digusur sejak sekarang hingga selamanya,” ujarnya.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn